Minggu, Juli 03, 2016

Pengertian Dasar Fotografi

Pengertian Dasar
Fotografi adalah seni menggambar objek dengan menggunakan cahaya
  • Photos = cahaya
  • Graphien = menggambar
Langkah-langkah Belajar Fotografi
  1. Kita memerlukan kamera. Berdasarkan ukuran sensor, kamera terbagi dua, kamera saku dan kamera DSLR.
  2. Kita perlu belajar tentang eksposur cahaya. Inti dari fotografi adalah eksposur, atau total cahaya yang masuk ke dalam sensor peka cahaya. Peran kita sebagai fotografer adalah mengandalikan jumlah cahaya yang masuk dengan mengubah besarnya bukaan lensa, kecepatan rana, dan ISO. Tiga elemen ini disebut dengan segitiga emas fotografi.
  3. Kita tentu harus mempelajari kamera kita, terutama mode-modenya, pengukuran cahaya dan autofocus.
  4. Kita perlu tahu apa itu kedalaman fokus (deep of field) dan apa faktor-faktornya.
  5. Kita harus tahu bagaimana mengambil gambar yang tajam dan tidak kabur.
  6. Kita harus mempelajari komposisi foto yang baik dan menarik.
  7. Kita harus mempelajari karakter cahaya terutama arah dan intensitas cahaya.
  8. Kita harus belajar antisipasi dan mengambil foto pada waktu yang cepat/momen.
  9. Kita harus belajar bercerita lewat foto, entah dengan satu foto atau satu seri foto.
  10. Kita harus belajar mengolah foto dan efek digital.
Prinsip Kerja Kamera
  1. Cahaya masuk ke dalam kamera melalui lensa.
  2. Objek yang akan diambil gambarnya dapat dilihat di viewfinder.
  3. Pada kamera analog cahaya tersebut digunakan untuk membakar film.
  4. Pada kamera digital cahaya diterima oleh sensor yang kemudian diubah ke data digital. Data tersebut kemudian disimpan pada media penyimpanan seperti SD Card, CF, MMC dll.
Macam-macam Kamera
  1. Kamera Pocket
    – Kamera point and shoot.
    – Dimensi kecil dan praktis.
    – Fasilitas: zoom, LCD putar, video dst.
  2. Kamera SLR
    – Single Lens Reflex: mencegah efek parallax.
    – Parameter setting:
    * Shutter speed – kecepatan rana.
    * Aperture – bukaan diafragma.
    * Focus
    – Memiliki banyak fasilitas pendukung: berbagai jenis lensa, filter dll.
  3. Range Finder
    – Kamera point and shoot lensa tetap.
    – Setting shutter speed, aperture, dan focus.
    – Dapat menggunakan filter.
  4. Medium Format
    – Mirip SLR namun film lebih lebar (120 mm).
    – Biasa digunakan untuk pemotretan still life (benda tidak bergerak), untuk keperluan bisnis iklan dan majalah membutuhkan gambar yang besar.
  5. Kamera Large Format
    – Disebut view camera. Film 45 inchi atau 8 x 10 inchi.
    – Digunakan untuk media cetak dengan ukuran sangat besar dan kualitas sangat bagus.
    – Umumnya digunakan untuk keperluan khusus, seperti foto udara, foto arsitektur dengan jarak dekat tanpa menimbulkan distorsi.
  6. Kamera Instan
    – Unggul dalam kecepatan menghasilkan gambar.
    – Tidak perlu proses cuci cetak film.
    – Tidak memiliki klise sehingga bisa dicetak ulang.
1. Memahami fotografi seni tingkat terendah adalah memahami teknik. Yang tertinggi adalah memahami isi. Bila kita akan memotret foto seni maka kita harus dapat memahami dasar- dasar fotografi seni. bisa juga sebagai pemula dapat memahami fungsi dari sebuah kamera tersebut dan tahu cara penggunaannya. Lalu seandainya kita sudah bisa memahami kamera tersebut atau fungsi- fungsi dari kamera tersebut kita bisa memotret foto seni tetapi hanya di tingkat terendah saja. Apabila kita ingin mendapatkan hasil di tingkat tertinggi maka kita harus dapat memahami isi cerita dalam foto tersebut. Maksud cerita isi foto tersebut  adalah foto dapat berbicara atau dapat bercerita dengan sendirinya, meskipin foto tersebut tidak berbicara secara langsung dengan sendirinya, tetapi kita dapat merasakan isi cerita dalam foto tersebut.

2. Memahami fitigrafi seni tingkat sedang adalah memahami soal komposisi angel pemotretan dan moment. Jadi di fotografi seni tingkat sedang ini kita harus memahami soal komposisi angel pemotretan dan moment. Pemahaman tersebut di bagi menjadi 3 yaiti pertama soal komposisi: sebelum memotret kita harus mengatur obyek komposisi yang ingin di potret dengan sedemikian rupa atau sesuai selera yang ada dalam jiwa seni anda. Seharusnya komposisi tersebut tidak boleh bocor dari pemotretan tersebut               ( terdapat celah yang kosong dalam foto tersebut ). Yang kedua adalah angel pemotretan : pemotretan tidak harus dari depan obyek namun dapat dilakukan dari berbagai sisi. Maksutnya adalah, apabila kita memotret dari depan obyek namun hasilnya tidak maksimal, kita dapat melakukan pemotretan dari berbagai sisi sampai kita dapat menghasilkan hasil yang maksimal. Yang ke tiga adalah moment : untuk mendapatkan hasil pemotretan yang bagus adalah kita harus dapat menentukan moment yang sesuai sebagai obyek dalam sebuah pemotretan.

3. Memahami soal teknik dalam fotografi seni bisa penting bisa tidak. Dengan mode otomatis , soal teknik sebenarnya bisa diabaikan. Maksut dari kalimat tersebut adalah sebenarnya teknik fotografi seni dapat di pahami dengan singkat, jika orang tersebut mempunyai jiwa seni yang tinggi, tergantung dengan individu indivdu masing- masing . dengan mode otomatis soal teknik sebenarnya bisa diabaikan apabila individu tersebut tidak terlalu paham dengan teknik fotografi. Tetapi terdapat kekurangan didalam individu tersebut, karena seolah – olah individu tersebut yang dimainkan kamera, bukan kamera ysng kita mainkan. Jika individu tersebut mau memahami kamera tersebut lebih dalam, kita juga dapat ilmu dari kamera tersebut dan dapat memainkan kamera tersebut dengan baik dan benar.

4. Memahami soal teknis jadi penting manakala sering memotret dalam kondisi sulit seperti memadukan dua macam pencahayaan. Pemotratan dalam kondisi sulit dapat terlihat budah apabila kita memahami soal teknis seperti memadukan dua macam pencahayaan. Karena memotret dalam kondisi sulit tersebut harus memahami teknik tingkat tinggi. jika teknik tersebut tidak dikuasai,  maka hasil foto tidak maksimal bisa jadi tidak berbentuk foto tetapi gambar tersebut tidak jelas atau buram. Dan jika menggunakan teknik memadukan dua pencahayaan kita harus membutuhkan alat tambahan seperti softblock atau flash tambahan yang mempunyai trigger masing – masing. Karena foto seni tersebut jika ingin menjadi foto seni yang terbaik harus menggunakan alt tambahan tersebut.

5. Memahami isi foto adalah memahami makna – makna yang bisa tersirat. Apabila kita ingin mendapatkan hasil di tingkat tertinggi maka kita harus dapat memahami isi cerita dalam foto tersebut. Maksud cerita isi foto tersebut  adalah foto dapat berbicara atau dapat bercerita dengan sendirinya, meskipin foto tersebut tidak berbicara secara langsung dengan sendirinya, tetapi kita dapat merasakan isi cerita dalam foto tersebut. Selain foto dapat berbicara untuk mengungkapkan isi didalam foto tersebut, kondisi atau suasana yang terdapat dalam obyek foto juga dapat menggambarkan isi foto tersebut. Selain   obyek foto, suasana , dan background  tersebut yang dapat berbicara,  namun di sekitar obyek  juga dapat menggambarkan isi foto tersebut.

6. Dalam foto seni, pemahaman akan isi adalah bagian terpenting. Sebuah foto seni bukan paparan visual. Apabila kita ingin mendapatkan hasil di tingkat tertinggi maka kita harus dapat memahami isi cerita dalam foto tersebut. Maksud cerita isi foto tersebut  adalah foto dapat berbicara atau dapat bercerita dengan sendirinya, meskipin foto tersebut tidak berbicara secara langsung dengan sendirinya, tetapi kita dapat merasakan isi cerita dalam foto tersebut. Maksud foto seni bukan paparan visual adalah foto tersebut tidak hanya bisa di lihat saja namun juga dapat di rasakan dengan perasaan atau hati. Karena bisa saja foto tersebut menggambarkan sebuah perasaan seseorang  dan biasanya perasaan tersebut adalah perasaan orang yang menghasilkan foto itu.

7. Memahami komposisi ibarat memahami pengaturan kursi dan lemari dalam kamar. Bisa nyaman, bisa tidak. Bagaimana cara kita mengkomposisikan ruangan tersebut sesuai dengan apa yang kita inginkan. Jadi apanila seumpama kita menginginkan kamar tersebut terlihat nyaman, maka kita harus mengatur komposisi kamar tersebut, seperti lemari, kursi , meja, fas bunga dll. Dan sebaliknya jika kita menginginkan kamar tersebut tidak nyaman komposisi dalam kamar tersebut tidak perlu dikondisikan yang baik atau nyaman. Kesimpulanya adalah komposisi dalam penempatan suatu property sangat mempengaruhi suatu hasil yang di inginkan.

8. komposisi foto baik bukanlah harga mati, baik si A mungkin buruk bagi si B. tapi bagaimana pun ada komposisi yang baik secara umum. Pandangan setiap orang berbeda – beda. Ada yang menilai baik namun bagi orang lain tidak baik. Misalnya sebuah foto dalam pameran, foto yang rapi bisa kalah harga dengan foto yang tidak rapi, hal tersebut terjadi karena mata seseorang berbeda apabila sudah menilai suatu karya seni. Biasanya, dalam karya seni bukan komposisi rapi yang di nilai, namun bagaimana karakter foto tersebut dilihat oleh mata seorang seniman. Dengan secara umum, sebuah komposisi yang baik dapat di lihat dengan duaa arah yaitu dengan mata seorang seniman dan foto yang d lihat dari sisi kerapian.

9. Angel atau sudut pemotretan ibarat cara melihat kita. Melihat balapn motor tentu tidak nyaman kalau d lihat dari sudut rendah. Angel pemotretan tidak harus dari depan obyek namun dapat dilakukan dari berbagai sisi. Maksutnya adalah, apabila kita memotret dari depan obyek namun hasilnya tidak maksimal, kita dapat melakukan pemotretan dari berbagai sisi sampai kita dapat menghasilkan hasil yang maksimal. Seperti orang lain melihat kita juga dari berbagai sudut, bisa dari sisi depan yaitu dari postur tubuh, dari belakang yaitu bisa dari sifat – sifat kita. Dari beberapa cara itu lah kita dapat mengerti karakter seseorang, seperti memehami karakter sebuah foto yang di potret. Bisa juga kamera tersebut menjadi mata yang saat itu kita liahat iyach saat itu kita poteret. Bagaiman caranaya kita bisa melihat dengan baik dan mendapatkan komposisi yang bagus.

10. Komposisi yang baik ibarat pengaturan yang baik. Nyamankah anda diruangan itu?  Nyamankah anda memandang fotonya? Bagaimana cara kita mengkomposisikan ruangan tersebut sesuai dengan apa yang kita inginkan. Antara nyaman dan tidak itu bisa tergantung dengan individu masing-masing. Karena bisa juga kompisisi itu menandakan karakter kita.jika anda tidak nyama dengan komposisi tersebut aturlah lagi sesuai dengan selera apa yang anda inginkan. Dan setelah mengambil atau memotret objek tersebut kita lihat lagi bagaimana foto terlihat baik atau malah sebaliknya tidak nyaman di pandang. Maka dari itu aturlah sedemikian rupa dengan selera anda.

11. Tingkatan pemahaman pada sebuah foto dari tingkat terendah adalah teknis, angel, komposisi, moment, dan konten. Hal tersebut adalah sebuh pemahaman yang harus dilakukan sebelum melakukan pemotretajn yang sempurna. Yaitu memahami teknik memotret yagn bagus dan menarik sebagian sudah saya jelaskan di nomer sebelumnya, lalu memahami engel yaitu mencari titik yang terbagusnya objek tersebut di ambil itu termasuk cara dalam memotret, selanjutnya komposisi juga harus diperhatikan untuk halnya memotret agar foto yang dihasilkan tidak terdapat kebocoran dalam foto atau ruang kosong dalam foto, mement untuk memotret foto yang sekiranya bergerak atau tidak mudah untuk mencari momen untuk foto biasa, konten tersebut hal yang terahir dalm proses sebelum atau menciptakan foto yang menarik.

12. Kalau anda masih meributkan soal Otomatis atau manual melulu, anda masih di tingkat terendah dalam fotografi karena dalam fotografi tidak meributkan dengan hal itu melainkan hai tu sudah tidak lagi di ungkit atau sudah diluar kepala, saat kalian sudah memehami apa itu fotorafi anda harus memikirkan apa yang seharusnya bertndak selanjutnya. Sekitar mengenai konsep, angel, komposisi dan hal yang tingi harus di perluas lagi, maksut kalimat tersebut mempelajari ilmu yang melebihi itu. Jadi hal yang seharusnya kalian lakuakan setelah di tingkat sedang dalam fotografi mencapai tingkat yang tertinggi dalam fotografi jangan sebalikmya.
13. Dari lima tingkatan fotografi, yang bisa Cuma soal teknik. Tak tercela pakai OTOMATIS karena itu hanya bagian kecil dari proses total. Itu halnya seperti pemakaiannya seberapa jika menggunakan otomatis jadi dari pada proses tersebut sia-sia mending kita buat keseluruhannya menggunakan manual karena secara tidak langsung kita dapat mepelajari teknik-teknik memotret yang sesungguhnya, disamping itu kita dapat membiasakan memproses dengan cepat bila ada angel yang menarik dan membutuhkan gerak cepat untuk mengambil gambarnya.

14. Tak akan pernah ada kamera dengan komposisi Otomatis, Angel Otomatis, Moment Otomatis, andalah yang harus berusaha. Maka dari itu kalian jangan pernah menggantungkan option Otomatis dikarenakan itu bisa membuat jadi tidak paham dengan apa yang kalian pelajari selama memakai kamera, usahakan memakai option Manual itu juga bisa membuat kita mengkombinasikan antara rana, diafrahma, dan ISO. Jika kalian sering menggunakan Otomatis maka kalian tidak akan pernah tau teknik memotret yang benar itu bagaimana, masak ada juga angel otomatis pasti tidak ada, laha itu pandainya kalian mengambil angel yang bagus, apalagi momen yang otomatis tidak pernah ada jika momen tersebut direkayasa karena dalam hasil foto tersebut telah bercerita dengan tidak sebenarya.

15. Pakai manual atau otomatis Cuma beda langkah. Mengukurnya pakai kamera itu juga kan? Manual : ukuran, ubah, bidik, Oto : bidik maksut dalam kalimat yang saya tulis tersebut adalah dua macam penggunaan yang berbeda tetapi dalam 1benda yang sama, hanya berbeda sedikit antara otomaits dengan manual tetapi maknanya lebih dalam manual daripada otomatis didalam proses memotret tersebut kena banget manfaatnya sedangkan otomatis tidak terkena manfaatnya. Maka dari itu kalian jangan pernah menggantungkan option Otomatis dikarenakan itu bisa membuat jadi tidak paham dengan apa yang kalian pelajari selama memakai kamera, usahakan memakai option Manual itu juga bisa membuat kita mengkombinasikan antara rana, diafrahma, dan ISO.

16. Orang cantik dan yang tidak cantik, Cuma beda komposisi mata hdung dan bibr. Beda tipis, tapi bias beda efek! Begitu pula foto. Memotret tersebut bisa terdapat aplikasi mirip dengan untuk mengedit cuma dijadikan satu dengan kamera tersebut, ada permainan warna yang tidak kalah dengan aplikasi, disi kita bisa bermain warna untuk mengambil foto misalnya dengan foto landscape itu bisa di atur warna ketajaman untuk yang pas di ojek maupun keseluruhannya, dengan demikian kita tidak berkerja dua kali untuk menambah warna atau kekontrasan warna dalam foto, tetapi juga tidak secanggih aplikasi dalm computer, ya maklum prosesonya kamera lebih kecil daripada computer jadi tidak bisa terlalu secanggih camera, ya bisa disebut mempunyai fungsi masing-masing.

17. Komposisi sangat mempengaruhi bagus tidaknya foto. Analogi : komposisi mata, hidung, bibir kalau diubah, wajah juga berubah kan. Nah ini menerangkan soal angel yang di tentukan jika wajah seseorang yang cantik dari sannya tetapi bila bentuk hidungnya, bentuk mulunya, matanya diubah maka foto itu akan berubah drastic dengan sebelumnya di ubah. Dan itu terjadi di angel bila saat kita ingin motret model dan model tersebut susah diatur maka bagaimana kita bisa mencari angel-angel yang terbaik dari sisi yang belum dicoba. Bisa juga karena komposisi, jadi komposisi yang ingin kita mempercantik modelnya kita atur bagaimana caranya untuk berposi yang menarik dan bagus untuk dipotret. Biasanya fotografer yang sudah mempunyai ilmu cukup dia akan megatur model tersebut sesua keinginan fotografer tersebut dan maka terjadi foto yang badus dan menarik tidak malah menjadi jelek.

Minggu, Juni 14, 2015

8 Langkah sebelum memotret





Berbeda dengan pendapat yang popular, foto yang bagus bukan di dapat karena keberuntungan, tapi lebih ke pengambilan keputusan. Banyak hal yang perlu di pikirkan sebelum membuat sebuah foto. Untuk pemula, sulit rasanya harus memikirkan begitu banyak langkah. Tapi dengan latihan yang berkesinambungan, saya yakin kita akan dapat melakukannya secara alami.

1. Temukan subjek yang menarik
Cobalah untuk memilih subjek yang menarik, misalnya di jalan-jalan yang sibuk, usahakan mengambil foto potret dari orang, sebuah bangunan, mobil atau sebuah aktifitas. Berhati-hatilah untuk tidak memasukkan terlalu banyak elemen dalam foto tersebut. Terlalu banyak detail akan membuat orang yang melihat foto menjadi bingung tentang apa yang ingin Anda sampaikan.

2. Kualitas dan arah cahaya
Mengetahui kualitas dan arah cahaya sangat memperngaruhi suasana foto. Secara umum, ada tiga jenis cahaya.
Cahaya yang keras (hard light): Biasanya diperoleh dari sumber cahaya yang relatif kecil / terkonsentrasi. Misalnya: cahaya matahari, lampu kilat kamera, senter.
Cahaya (soft light): Biasanya diperoleh dari sumber cahaya yang relatif besar. Contohnya soft box, reflektor, permukaan langit-langit.
Yang terakhir adalah cahaya yang menyebar (diffused light). Cahaya model ini berasal dari sumber cahaya yang relatif sangat besar. Misalnya langit di saat mendung atau tertutup awan.
Arah cahaya (depan, belakang, samping, atas, bawah) juga merupakan aspek yang penting untuk memberikan kesan tertentu. Perhatikan baik-baik arah dan kualitas cahaya.

3. Komposisi
Langkah pertama dalam membuat komposisi yang baik adalah memulai dari memilih latar belakang. Latar belakang yang bersih / polos adalah langkah awal yang baik. Kemudian posisikan subjek dalam lapisan-lapisan. Aturlah sedemikian rupa sehingga komposisi foto terlihat menarik.
Jika Anda baru memulai fotografi, Anda selalu bisa mempelajari rumus-rumus komposisi sebagai acuan. Banyak aturan komposisi yang bisa membantu Anda membuat komposisi yang menarik seperti rule of thirds, golden rasio, skala dan lain-lain.

4. Pilih bukaan / aperture
Bukaan lensa menentukan berapa banyak cahaya yang masuk ke bodi kamera. Bukaan juga mengatur kedalaman fokus (depth of field). Semakin besar bukaan lensa, semakin tipis kedalaman fokus dan sebaliknya. Kita harus menentukan apakah foto yang kita ambil memiliki kedalaman fokus yang tipis atau dalam.
Secara umum untuk foto potret, kita ingin kedalaman fokus yang tipis sehingga potret tersebut terlihat lebih artistik, sehingga bukaan yang kita pilih seharusnya besar. Tapi kalau kita foto pemandangan, kita biasanya ingin semua elemen dalam foto terlihat jelas dan fokus, maka bukaan yang kita pilih seharusnya kecil.

5. Pilih kecepatan rana / shutter speed
Kemudian, kita harus menentukan apakah kita mau membekukan subjek foto, atau merekam pergerakan subjek. Bila kita ingin membekukan subjek, kita harus dengan mengeset shutter speed dengan teliti.
Untuk mencegah blur karena tangan + kamera kita bergoyang, kita juga harus mengikuti aturan 1 / ukuran fokal lensa. Kemudian kita amati berapa cepat subjek foto bergerak. Subjek foto yang bergerak dengan kecepatan tinggi membutuhkan kecepatan rana yang sangat cepat.

6. Memilih lensa dan fokal lensa yang optimal
Tidak semua lensa itu menghasilkan hasil yang sama. Ada lensa lebar, lensa standard dan lensa telefoto. Setiap fokal lensa memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Lensa lebar memberikan kesan dimensi, distorsi, dan kedalaman fokus yang dalam. Di lain pihak, lensa telefoto membuat foto menjadi dua dimensi (efek kompresi), membuat kedalaman fokus menjadi tipis dan membesarkan subjek yang jauh. Cobalah foto dengan lensa yang berbeda-beda dan fokal lensa yang berbeda-beda untuk semakin memahami efek-efek yang ditimbulkan tiap-tiap lensa.

7. Tentukan ekposur yang optimal
Kamera biasanya menentukan secara otomatis ekposur yang optimal. Tapi kadang setting yang dibuat kamera tidak sesuai dengan keinginan kita. Misalnya, bila kita ingin membuat foto low key (foto yang bernuansa gelap) atau high key (foto bernuansa terang), kita harus mengatur setting kamera sendiri supaya optimal.
Tentukan setting eksposur kamera tergantung dari hasil akhir yang Anda visualisasikan dengan mode manual atau gunakan fungsi kompensasi ekposur, saat mengunakan setting otomatis atau semi otomatis (P,S,A).

8. Timing
Putuskan juga apakah waktu dalam pengambilan gambar penting atau tidak. Untuk foto still life (subjek tidak bergerak), timing mungkin tidak terlalu penting. Tapi untuk candid terutama foto olahraga, timing menjadi sangat penting. Bila demikian, berlatihlah untuk bisa mengambil foto dengan timing yang tepat. Latihan antisipasi, kesabaran dan kuasailah kamera/alat fotografi Anda sehingga bisa mengambil foto dengan timing yang optimal.

Membuat Foto Bokeh Dahsyat



Belajar Fotografi sudah mengulas secara dasar mengenai apa itu foto bokeh dan bagaimana cara menghasilkannya. Sekedar mengulang secara singkat, bokeh pada intinya adalah ukuran kualitas blur yang membuat obyek terpisah dari background-nya. Mata kita senang saat melihat foto dengan backgorund yang kabur secara lembut, creamy dan cantik. Salah satu pertanyaan yang paling sering dikirim pembaca adalah, kok bokeh saya masih kurang bagus sih? apa yang salah?
Ada enam faktor utama yang sangat mempengaruhi kualitas foto bokeh kita, penuhi keenamnya maka anda akan mendapatkan bokeh dengan kualitas jempol.

1. Gunakan aperture besar.
Bokeh berasal dari lensa bukan dari kamera. Oleh karena itu, hal terpenting yang harus dilakukan adalah setting aperture lensa anda pada bukaan yang besar (terbesar yang diijinkan situasi pemotretan – aperture maksimal). Anda bisa melakukannya dengan menggunakan mode Aperture Priority dan mengubah f kedalam nilai terkecil (putar ring aperture berlawanan arah jarum jam). Baca kembali tentang aperture & depth of field.
Dalam settingan ini secara praktis kita menurunkan depth of field menjadi shallow/dangkal.

2. Kurangi jarak antara kamera dengan obyek foto.
Semakin dekat kita berdiri dari obyek foto, semakin blur background-nya. Semakin dekat obyek foto, fokus lensa juga semakin dekat dan depth of field akan makin menyempit. Cobalah lakukan ini: acungkan jari telunjuk anda didekat gelas yang jauhnya kira-kira 50 cm didepan anda, fokuskan mata anda pada telunjuk, sekarang gerakkan telunjuk tadi mendekat mata anda. Makin dekat telunjuk dengan mata, gelas dibelakangnya akan makin kabur bukan?

3. Jauhkan jarak antara obyek dan background-nya.
Saat anda memotret teman dan ingin menghasilkan bokeh yang bagus, maka semakin jauh teman tadi dari background dibelakangnya, semakin bagus bokeh yang anda dapatkan. Lihatlah foto dibawah ini, daun yang paling dekat kamera masih terlihat tajam. Tapi semakin menjauh dari kamera, semakin kabur. Sementara daun dengan warna hijau dibelakang sana terlihat kabur sekali.

4. Gunakan focal length terpanjang.
Saat anda memakai lensa zoom, gunakan focal length terpanjang untuk makin memisahkan obyek utama dengan background-nya. Sebagai contoh: saat anda menggunakan lensa maut 70–200 mm, set focal length di posisi 200mm untuk menghasilkan bokeh yang bagus. Baca kembali mengenai focal length
Kalau di tas anda tersimpan lensa 300mm, lensa 18–200mm, lensa 14–24mm, pilihlah lensa terpanjang (300mm) kalau tujuan anda menghasilkamn foto bokeh yang maut.

5. Pilih lensa dengan kualitas optik terbaik yang mampu anda beli.
Kualitas bokeh juga sangat dipengaruhi oleh kualitas optik lensa yang kita pakai. Katakanlah anda memilik dua lensa yang focal length maksimalnya sama, contoh: lensa 18–20mm/f5.6 dan lensa 70–200mm/f2.8, karena kualitas optik lensa 70–200mm (biasanya) jauh lebih superior dibandingkan lensa 18–200mm (sehingga harganya juga berlipat-lipat lebih mahal). Maka gunakan lensa 70–200mm tadi, dan sebisa mungkin pakailah di aperture f/2.8. Pastikan anda membaca review sebelum anda membeli lensa.

6. Gunakan lensa prime
Karena makin besar aperture makin bagus pula bokehnya, jika anda memiliki lensa prime, pakailah. Lensa prime atau prime lens atau fixed lens, adalah lensa yang memiliki focal length tunggal alias lensa yang tidak bisa di-zoom. Lensa prime biasanya menghasilkan foto bokeh yang sangat bagus karena memilki bukaan aperture yang sangat besar, tipikal lensa prme adalah 50mm f/1.4, 85mm f/1.4 atau varian murahnya 50mm f/1.8 dan 85mm f/1.8. Belajar fotografu banyak membahas mengenai lensa prime, disini  dan disini.
Nah selamat menghasilkan foto dengan bokeh yang dahsyat.
Untuk sekedar memacu nafsu anda, lihat juga
15 Foto Bokeh Untuk Inspirasi.
Bottom of Form